Dealova 
Beruntung banget deh jadi cewek seperti Karra. Selain punya kakak cowok yang sayang banget sama dia-namanya Iraz-teman-teman Iraz juga care banget sama Karra! Terutama Ibel, cowok jago main gitar yang seneng warna biru. Bahkan waktu harus kuliah ke luar negeri, Iraz malah menitipkan Karra pada Ibel.
Selama ini Karra menganggap Ibel sebagai kakak, jadi dia cuek aja waktu Ibel menunjukkan perhatian. Karra malah ditaksir Dira, anak baru di sekolah yang juga jago main basket. Tampang Dira yang sok cool tapi sengak bikin Karra sebel banget sama cowok itu. Tapi katanya batas antara cinta dan benci kan tipis banget. Iya nggak?
Novel teenlit pertama yang aku baca, kelas 4 SD 12 tahun yang lalu kayaknya dan yang bikin aku jatuh cinta sama dunia literatur sampai sekarang. Berhasil bikin aku nangis dan sejak saat itu dengan polosnya merasa amaze bahwa beberapa kalimat dan paragraf tulisan orang bisa bikin kita nangis. Such a memorable books for me
Buku ini adalah salah satu buku yang membuatku hobi membaca. Cerita ini bercerita tentang kisah cinta masa remaja dan ketika masih SMP, aku sangat menyukainya cerita dengan tema ini. Novel ini mungkin tidak sebagus novel-novel yang baru karena terkesan out-of-date. Akan tetapi aku mempunyai kesan tersendiri terhadap buku ini, dan Dyan Nuranindya adalah seorang pengarang yang cukup berbakat. :)Recommended for TeenLit lovers dan juga penyuka cerita romantis.

Nonton filmnya dulu daripada baca novelnya. Hm... Entah karena terdistraksi sama film atau gimana, tapi aku ngerasa alur novelnya lambaaaat banget. Terus banyak hal-hal adisional yang kurang penting. Tapi overall, novel ini cukup menghibur, dan punya nilai-nilai. Seperti novel Dyan Nuranindya yang lainnya.
Oke, dulu, waktu aku masih kelas 8 smp, aku nangis -memalukan- waktu baca novel ini. Terang saja, waktu itu belum banyak buku yang kubaca, masih jadi kutu-buku pemula. Tapi sekarang, waktu aku ulang lagi, rasanya aneh banget, terlalu banyak klise dan kebetulan. Kenapa dulu aku nggak menyadarinya? Okelah, ini, kira - kira novel teenlit keempat yang aku baca.Tapi, untuk penulis pemula, novel ini OK. Oke juga buat pembaca yang mengawali karir di dunia baca-membaca. Teenlit adalah gerbang untuk aku
.............(0 . o)............ errr...!! Next book pls
Buku ini dibaca waktu saya masih SMA. Nah, padahal saya masih SMA, masih alay dan drama queen abis. Tapi baca buku ini ntah kenapa gak gimanaaaaaa gitu ya. Orang2 seneng bacanya, katanya ceritanya bagus. Tapi ini terlalu berkeju. Enggak terlalu berkesan. Apalagi setelah itu diangkat jadi film layar lebar pemeran-pemerannya gak sesuai sama yg dibayangin makin zonk deh. Ntah mungkin karna saya lagi tergila-gila sama Fairish punyanya Esti Kinasih. Ahah.
Dyan Nuranindya
Paperback | Pages: 300 pages Rating: 3.44 | 3458 Users | 236 Reviews

Mention Epithetical Books Dealova
| Title | : | Dealova |
| Author | : | Dyan Nuranindya |
| Book Format | : | Paperback |
| Book Edition | : | Special Edition |
| Pages | : | Pages: 300 pages |
| Published | : | 2004 by PT Gramedia Pustaka Utama |
| Categories | : | Romance. Asian Literature. Indonesian Literature. Novels. Fiction |
Narration In Pursuance Of Books Dealova
Karra, cewek tomboi yang jago main basket ini emang beda. Rambutnya nggak cepak seperti kebanyakan cewek tomboi. Tampangnya manis. Terus, anaknya nyantai banget. Tapi kalo udah marah, waaah... bisa gawat...Beruntung banget deh jadi cewek seperti Karra. Selain punya kakak cowok yang sayang banget sama dia-namanya Iraz-teman-teman Iraz juga care banget sama Karra! Terutama Ibel, cowok jago main gitar yang seneng warna biru. Bahkan waktu harus kuliah ke luar negeri, Iraz malah menitipkan Karra pada Ibel.
Selama ini Karra menganggap Ibel sebagai kakak, jadi dia cuek aja waktu Ibel menunjukkan perhatian. Karra malah ditaksir Dira, anak baru di sekolah yang juga jago main basket. Tampang Dira yang sok cool tapi sengak bikin Karra sebel banget sama cowok itu. Tapi katanya batas antara cinta dan benci kan tipis banget. Iya nggak?
Present Books During Dealova
| Original Title: | Dealova |
| ISBN: | 9792207600 |
| Edition Language: | Indonesian URL http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=EFQL0527&jenis=&kat=6 |
Rating Epithetical Books Dealova
Ratings: 3.44 From 3458 Users | 236 ReviewsJudge Epithetical Books Dealova
Saya memiliki buku ini karena sebuah kecelakaan :DMulanya buku ini saya pinjam dari teman sepupu. Adik saya yang kadang slebornya melebihi saya yang kadang juga suka membaca- membawa buku tersebut sampai ke kamar mandi. Entah, kecemplung ke dalam bak mandi atau terjatuh ke lantai kamar mandi, buku tersebut jadi basah kuyup @_# Sehingga setelah dikeringkan pun, lembaran kertasnya menebal. Jelas saya mengamuk :p Karena saat itu saya berpikir, rasanya nggak enak kalau harus mengembalikan buku dalamNovel teenlit pertama yang aku baca, kelas 4 SD 12 tahun yang lalu kayaknya dan yang bikin aku jatuh cinta sama dunia literatur sampai sekarang. Berhasil bikin aku nangis dan sejak saat itu dengan polosnya merasa amaze bahwa beberapa kalimat dan paragraf tulisan orang bisa bikin kita nangis. Such a memorable books for me
Buku ini adalah salah satu buku yang membuatku hobi membaca. Cerita ini bercerita tentang kisah cinta masa remaja dan ketika masih SMP, aku sangat menyukainya cerita dengan tema ini. Novel ini mungkin tidak sebagus novel-novel yang baru karena terkesan out-of-date. Akan tetapi aku mempunyai kesan tersendiri terhadap buku ini, dan Dyan Nuranindya adalah seorang pengarang yang cukup berbakat. :)Recommended for TeenLit lovers dan juga penyuka cerita romantis.

Nonton filmnya dulu daripada baca novelnya. Hm... Entah karena terdistraksi sama film atau gimana, tapi aku ngerasa alur novelnya lambaaaat banget. Terus banyak hal-hal adisional yang kurang penting. Tapi overall, novel ini cukup menghibur, dan punya nilai-nilai. Seperti novel Dyan Nuranindya yang lainnya.
Oke, dulu, waktu aku masih kelas 8 smp, aku nangis -memalukan- waktu baca novel ini. Terang saja, waktu itu belum banyak buku yang kubaca, masih jadi kutu-buku pemula. Tapi sekarang, waktu aku ulang lagi, rasanya aneh banget, terlalu banyak klise dan kebetulan. Kenapa dulu aku nggak menyadarinya? Okelah, ini, kira - kira novel teenlit keempat yang aku baca.Tapi, untuk penulis pemula, novel ini OK. Oke juga buat pembaca yang mengawali karir di dunia baca-membaca. Teenlit adalah gerbang untuk aku
.............(0 . o)............ errr...!! Next book pls
Buku ini dibaca waktu saya masih SMA. Nah, padahal saya masih SMA, masih alay dan drama queen abis. Tapi baca buku ini ntah kenapa gak gimanaaaaaa gitu ya. Orang2 seneng bacanya, katanya ceritanya bagus. Tapi ini terlalu berkeju. Enggak terlalu berkesan. Apalagi setelah itu diangkat jadi film layar lebar pemeran-pemerannya gak sesuai sama yg dibayangin makin zonk deh. Ntah mungkin karna saya lagi tergila-gila sama Fairish punyanya Esti Kinasih. Ahah.


0 Comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.